Pertamina merilis meditran SX Bio untuk mengurangi resiko terjadinya lumpur oli di mobil yang pakai bio solar

Ada pertanyaan dari bro metomnulis soal Meditran SX Bio, apakah bahannya bio. Terus terang penulis baru tahu ada oli bio buatan pertamina. Untuk itu penulis mencoba membahas.

Berikut informasi dari pertamina:
12 Jul 2016, Pertamina Siap Luncurkan Produk-produk Baru di Ajang GIIAS 2016

Afandi juga memaparkan sedikit tentang Meditran SX Bio. “Kita tahu bahwa solar kita sudah bio 20%. Karena itu tentunya tingkat oksidasi lubricant akan lebih tinggi, sehingga kita pun membuat pelumas yang tahan untuk oksidasi lebih tinggi, yaitu Meditran SX Bio ini,” papar Afandi.•R

11 Des 2015, Pertamina Luncurkan Meditran SX Bio Untuk Kendaraan Biodiesel
Baca lebih lanjut

Cara mengeset jam di audio HUD di mobil Daihatsu Ayla tipe M setelah reset ECU

Mobil penulis adalah Daihatsu Ayla tipe M. Penulis tertarik untuk melakukan trik yang di share oleh Ari Estrella untuk mereset ECU. Caranya adalah dengan melepas sekring 20A dan sekring 15 A selagi mesin mati / kunci kontak mati. Dilepas sekring 20A dulu lalu 15A. Sekring dilepas selama 5 menit.

cara-mereset-ecu-mobil-daihatsu-ayla-dan-toyota-agya

Setelah itu kedua sekring dipasang lagi dari 15A dulu baru 20A.Lalu kunci kontak diputar untuk menyalakan listrik tanpa starter mobil, namun harus disertai dengan menginjak pedal gas sampai penuh. Ditunggu 5 detik, lalu matikan dalam posisi masih ngegas penuh. Ini diulang beberapa kali, setelah listrik nyala pedal ditekan penuh lalu matikan listrik.

 

Entah apakah mereset ECU itu betulan merubah tenaga atau tidak, penulis tidak bisa merasakan. Katanya pedal ditekan pakai pakai jempol sudah jalan, namun dari saat inreyen penulis juga sudah merasakan seperti itu, ditekan sedikit sudah jalan. Mungkin juga trik untuk memainkan pedal gas (yang penulis tidak lakukan) itu pengaruhnya besar. Trik membuat ECU berpikir bahwa diinjak sedikit seakan sudah diinjak banyak, semacam manipulasi throttle sensor pakai throttle controller atau modif pakai nitro obd 2 atau modif CAI. Namun yang begituan tidak menambah tenaga tapi cuma memainkan seberapa cepat mesin merespon. Lebih jelas bila baca reviewnya riding mode di CBR250RR. Tenaga nggak berubah tapi rasanya beda karena respon mesin dibuat berbeda.

Di mobil penulis sendiri sudah ditambahkan pro capacitor dan cemenite. Penambahan keduanya juga membuat mobil atau motor jadi jalan walau gas ditekan sedikit, namun juga diikuti dengan penambahan akselerasi atau bahkan top speed (bila nggak mentok limiter). Membawa dengan 5 penumpang serasa seperti sebelumnya kalau nyetir sendiri kata salah satu pemakai pro capacitor. Jadi berubahnya respon gas itu karena penambahan tenaga.

Mungkin efek reset ECU akan lebih terasa terutama bagi yang pakai filter ferrox atau busi dingin. Pemakaian filter ferrox membuat throttle body kotor dan bisa jadi ruang bakar juga mudah berkerak sehingga memicu knocking. Pemakaian busi yang tipenya terlalu dingin membuat pembakaran di rpm rendah tidak sempurna / fouling sehingga bisa menimbulkan kerak, membuat ruang mesin hitam. Kotornya mesin membuat knocking. dan knocking membuat pengapian mundur.

 

Reset ECU sendiri gunanya seringkali adalah untuk mengembalikan timing pengapian ke aslinya. Timing pengapian sering mundur bila bensin yang dipergunakan oktannya terlalu rendah atau karena ruang mesin kotor. Pemakaian oktan yang rendah atau penumpukan karbon di ruang mesin dapat mengakibatkan knocking. Saat knocking terdeteksi maka ECU akan memerintahkan pengapian untuk dimundurkan, retard.

Masalahnya adalah ECU bisa memerintahkan untuk memundurkan waktu pengapian tapi tidak memerintakan untuk memajukan waktu pengapian. Jadi setelah mesin dibersihkan atau setelah bensin pakai yang oktannya pakai yang sesuai, pengapian masih tetap mundur atau retarding. Jadinya tenaga jadi kurang ok.

Setelah reset ECU maka waktu pengapian akan distandarkan lagi sehingga bila bensin cocok dan mesin bersih maka waktu pengapian tidak akan dimundurkan. Tenaga jadi optimal. Efek akan sangat terasa bila mesin sudah sangat kotor dan masih pakai premium, lalu mesin dibersihkan sempurna lalu bensin ganti pakai pertamax. Mesin yang kotor dan pemakaian premium membuat pengapian mundur parah, sehingga setelah mesin bersih dan pakai pertamax tenaga jadi sangat mantap setelah reset ECU. Kalau mesin bersih maka efek reset ECU tidak akan terasa karena pembakaran memang masih terjaga optimal.

Oleh karena itu penting sekali menjaga agar mesin tetap bersih, pakai busi yang suhunya sesuai, dan pakai bensin yang oktannya cocok, untuk menjaga agar pengapian tidak mundur. Oleh karena itu penulis sering menyarankan untuk tidak pakai filter ferrox dan tidak pakai busi dingin. Mau pakai filter racing silahkan, tapi sebaiknya cari yang daya filtrasinya juga bagus. Mau pakai busi iridium atau platinum silahkan, tapi suhu nya disesuaikan, jangan asal pilih yang paling dingin. Bensin pakai pertamax saja untuk Ayla atau Agya.

Penulis sendiri memang pakai premium tapi sudah pakai penambah oktan yaitu kombinasi pro capacitor dan cemenite. Walau pakai premium tapi akselerasi masih bisa bersaing dengan yang pakai pertamax.

Selain itu dari banyak laporan dan percobaan, pemakaian kombinasi pro capacitor dan cemenite juga membuat ruang pembakaran lebih bersih, membuat berkurangnya resiko kerak dan knocking. Mungkin ini yang membuat penulis tidak merasakan manfaat reset ECU.

 

Reset ECU itu ada ribetnya. Setelah di reset ECUnya adalah setelan jam di MID dan HUD jadi ke reset juga. Karena penulis tidak pakai jam tangan, penulis butuh untuk bisa menyetel keduanya. Cara untuk menyetel jamnya MID gampang. Sudah ada tombolnya khusus.

Namun untuk menyetel jam di HUD audio setengah mati cari caranya tidak ketemu ketemu. Penulis lihat di forum atau grup juga pertanyaan untuk itu tidak ada yang jawab. Namun penulis ingat dulu pernah tahu caranya, lupa cari dimana.

Setelah penulis cari cari, penulis lihat video cara setel jam di HUD untuk mobil lain. Di video tersebut ditunjukkan menyetel jam dilakukand dengan menekan tombol DISP. Ternyata setelah penulis coba, cara itu juga bisa dilakukan di Ayla.

cara-mengeset-jam-di-hud-mobil-daihatsu-ayla

Cara untuk menyetel jam di HUDnya Daihatsu Ayla tipe M adalah dengan menyalakan audionya, lalu menekan tombol DISP. Jam akan diperlihatkan berkedip. Bila tombol volume diputar kekiri maka menitnya berubah. Bila tombol volume diputar ke kanan maka jamnya berubah. Untuk menyelesaikan tinggal ditunggu hingga jam tidak berkedip lagi.

Berikut videonya:

Semoga berguna.

Toyota Hilux gampang terbalik, bisa jadi Fortuner penyakitnya sama, justru lebih aman mobil LCGC

Biasanya orang pada tidak pede bila mengendarai mobil kecil karena dianggap gampang terbalik, seperti yang disebut di artikel berikut ini :
Mobil Murah Dituding Mudah Terbalik, Salah Siapa?

Tingkat keamanan di segmen LCGC selalu mengundang tanya.

Ketua Global Road Safety Partnership Indonesia, Iskandar Abubakar, menyebutkan bila mobil kecil di kelas LCGC itu memang hanya digunakan di jalur perkotaan yang jaraknya dekat dan bukan dikendarai untuk lintas kota atau provinsi yang menempuh perjalanan jauh.

“Lain halnya dengan mobil-mobil besar, seperti SUV atau MPV, mobil tersebut memang sudah pas untuk perjalanan jauh. Sementara, LCGC dan mobil-mobil kecil memang dibuat untuk perkotaan,” kata Iskandar kepada VIVA.co.id, Jumat 13 November 2015.

Iskandar juga menyatakan, mobil kecil tidak diperuntukkan untuk kecepatan tinggi jalur tol. Terlebih, dipacu di atas 120 kilometer per jam. Sebab, hal itu tidak menutup kemungkinan mobil dengan bentuk mungil ini akan berisiko terbalik atau terpental.

Tidak jelas itu sumber informasinya darimana karena yang disebut sumbernya adalah tes tabrakan. Dari artikel dikesankan bahwa mobil besar itu lebih aman, mobil kecil dikesankan gampang terbalik atau terpental.

Menurut penulis itu asumsi yang salah. Mestinya mobil besar semacam SUV yang justru lebih mudah terbalik.

Sebelumnya ini sudah pernah penulis kupas pada artikel berikut:
Mobil mobil berikut gampang terguling saat zigzag walau jalan di hanya 70kpj, pentingnya stability control

Penulis simpulkan saat itu bahwa mobil gampang terbalik bila:
– teknologi bodi ladder frame, center of gravity nya tinggi
– ban pakem
– per terlalu empuk, stabilizer kurang keras
– penggerak roda belakang
– tidak ada stability control

Kalau dari teori penjelasannya berikut ini:
AUTOMOTIVE STRUCTURE

a) Body-on-frame is an automobile construction technology. Mounting a separate body to a rigid frame which supports the drivetrain was the original method of building automobiles, and its use continues to this day. The original frames were made of wood (commonly ash), but steel ladder frames became common in the 1930s.

Advantages:
-Easier to design, build and modify (less of an issue now that CAD is
-commonplace, but still an advantage for coachbuilt vehicles).
-More suited for heavy duty usage and can be more durable.
-Easier to repair after accidents.
-Overall better ride quality [2] for SUVs.

Disadvantages:
-Heavier than unibody – lower performance and/or higher fuel consumption.
-Center of gravity is usually higher – compromising stability and handling.
-Less resistant to torsion (flexing of the whole car in corners) – compromising
-handling and roadholding.
-No crumple zone – higher rate of death and serious injury.
-Higher production costs.

b) Body frame integral is a methodology for manufacturing within the automotive industry. It has become the main technique for chassis assembly for most vehicles except trucks and large sport utility vehicles, replacing the traditional approach of body-on-frame (BOF).

Advantages:
-Fewer parts and less weight, Better fuel efficiency
-Lower center of Gravity, Less likely to roll vehicle
-Less drag, Better fuel efficiency
-Better wheel clearance, Allows diverse selection

Disadvantages:
-Difficult components to integrate, Harder to assemble and repair
-Noise, Vibration, and Harshness increased, Customer satisfaction issue
-Passengers do not sit as high, Customer satisfaction issue
-Less durable than BOF; cab and bed need to be connected, Most trucks not applicable for BFI

Mobil SUV di Indonesia kebanyakan masih mempergunakan teknologi ladder frame, atau di kutipan diatas disebut body on frame. Keunggulannya adalah empuk dan tahan untuk kerja berat. Namun kelemahannya adalah pada bodi berat, center of gravity tinggi, daya cengkram di jalan yang kurang.

Mobil LCGC di Indonesia mempergunakan teknologi body frame integral. Kelebihannya ringan, wheel clearance lebih baik, dan center of gravity yang tinggi. Kelemahannya lebih berisik, bergetar dan keras. Posisi duduk juga lebih rendah.

Dilihat dari sisi mudah terbalik maka yang paling penting adalah center of gravity. Dari kutipan diatas maka mobil dengan rancangan body frame integral punya center of gravity yang rendah. Kalau center of gravitynya rendah maka mobil jadi lebih susah terbalik.

 

Jadi seharusnya, bila melihat dari sisi rancangan desain, maka mobil yang lebih mudah terbalik itu bukannya mobil kecil dengan model bodi terintegrasi, tapi mobil besar yang pakai model bodi ladder frame. Dan faktanya ada mobil SUV yang bisa terbalik walau dipakai di kecepatan dibawah 60km/jam.

Di video berikut ditunjukkan bagaimana Toyota Hilux 2016 gampang terbalik bila dibuat zigzag.

Dikatakan bahwa pada tahun 2007 si reviewer kecewa karena Toyota Hilux dengan velg 16″ mudah terguling pada saat dikendarai zigzag di kecepatan 35mph (56km/jam). Dan ternyata Toyota Hilux tahun 2016 dengan velg 18″ juga masih mudah terbalik saat dikendarai di kecepatan 37mph (59km/jam).

Produk saingan dikatakan tidak mengalami hal yang sama. Di video ditunjukkan bagaimana kendaraan lain bisa tidak terguling walau dikendarai lebih cepat. Ada Dodge Ram dikecepatan 40mph, Nissan Navara 42mph, Volkswagen Amarok 42mph, Ford Ranger 40mph, Isuzu D-Max 41mph, Mitsubishi L200 41mph. Mobil Toyota Hilux juga tetap mudah terbalik saat dikendarai dengan menggunakan velg 17″, yang tujuannya untuk mengurangi daya cengkram roda.

 

Sementara itu mobil kecil yang dikatakan mudah terbalik itu justru tidak terbalik walau dipakai zig zag pada kecepatan 70mph (112km/jam), seperti yang ditunjukkan pada video berikut ini oleh fifth gear, saat menguji pada mobil Toyota Yaris 2001.

Namun memang pada kecepatan itu mobil menjadi hilang kendali dan keluar jalan. Jadi tidak bisa dikatakan aman untuk zig zag juga. Namun harus diingat bahwa kecepatan pengujian jauh lebih tinggi. Pada kecepatan 50mph kendaraan masih bisa dikendalikan.

 

Tidak tahu apakah penyakitnya Toyota Hilux tersebut juga berlaku untuk Toyota Innova dan Toyota Fortuner atau tidak. Dengan model bodi yang sama mestinya sama saja. Aksi zigzag dari fortuner bisa dilihat di video berikut ini, namun tidak tahu tes dilakukan pada kecepatan berapa:

Tes slalom juga sepertinya dilakukan pelan pelan, berbeda dengan tes pada Mitsubishi Pajero yang dilakukan juga oleh MaxTV.

Oleh Autonetmagz, dikatakan bahwa Toyota Fortuner body rollnya sangat terasa. Suspensi yang empuk dari Toyota Fortuner dikombinasikan dengan bodi model ladder frame membuat mobil lebih mudah terguling, semakin berbahaya.

Dikatakan bahwa mobil SUV itu sebenarnya bisa lebih aman dari terguling hingga 80% bila menggunakan stability control, sayangnya Toyota Fortuner tidak ada stability controlnya.

 

Anehnya Auto Bild memberikan pernyataan berlawanan, yaitu body roll versi baru dikatakan lebih berkurang daripada versi sebelumnya.

 

Sebagai perbandingan berikut video Toyota Sienta (penggerak roda depan teknologi bodi integral), juga oleh Max TV:

Berikut saat Daihatsu Sigra (penggerak roda depan teknologi bodi integral) dipakai menikung dengan penumpang penuh:

Dikatakan oleh om Fitra Eri bahwa menikung memang limbung tapi tidak sampai mengkhawatirkan.

 

Rasanya melakukan hal yang sama (muatan penuh) pada Toyota Innova atau Toyota Fortuner atau Toyota Avanza atau Toyota Rush akan lebih beresiko terguling, karena selain tipe kendaraannya pakai penggerak roda belakang, juga karena center of gravity yang lebih tinggi karena penggunaan teknologi ladder frame.

Bukan berarti bahwa mobil dengan desain monocoque bakalan aman dari terguling. Seperti contohnya yang diulas di artikel berikut, Tata Nano terguling padahal cuma menikung di kecepatan 30 km/jam.
Tata Nano se převrátila při testu, stačilo projet zatáčku v 30 km/h

LCGC yang model bodinya paling mirip Tata Nano adalah Suzuki Karimun Wagon R. Mungkin karena itu kecepatan maksimal dibuat paling rendah di 120km/jam, sementara yang lain diatas 150km/jam.

 

Kesimpulannya, salah bila dikatakan mobil besar itu lebih aman dari terbalik. Justru mobil besar itu lebih mudah terbalik. Walau mungkin terasa di jalan tol lebih mudah mencapai kecepatan tinggi dan anteng, sebaiknya tetap harus hati hati untuk tidak menggunakan mobil secara zig zag. Karena kebetulan contohnya adalah Toyota, maka sebaiknya pemakai mobil Toyota dengan teknologi bodi ladder frame juga harus lebih berhati hati. Ini termasuk Toyota Fortuner, Toyota Innova, Toyota Avanza, Toyota Rush, juga kembarannya yaitu Daihatsu Xenia dan Daihatsu Terios.

Modif pakai ban besar dan lebar justru akan memperparah resiko terguling.

Pemakai Toyota Fortuner dan Suzuki Karimum Wagon R bisa mengurangi resiko terguling dengan menggunakan per, shock breaker dan stabilizer lebih keras. Resikonya adalah mengendarai jadi lebih tidak nyaman terutama dijalan tidak rata. Tapi sebaiknya hindari memakai ganjal per.
Ganjal per itu bukan damper, karena fungsi shock breaker adalah untuk mengerem gerak per

Boss Koenigsegg menjelaskan bagaimana anti roll bar mengurangi kenyamanan di jalan lurus yang tidak rata dan efek dari suspensi triplex

Berikut ini ada video menarik dari /Drive yang menjelaskan fungsi damper tambahan pada mobil Koenigsegg.

Disebutkan bahwa normalnya anti roll bar akan membuat kendaraan menjadi tidak nyaman pada saat kendaraan melaju lurus di jalan tidak rata. Ini karena saat roda bergerak secara independen, yang satu naik dan yang satu tidak naik, maka anti roll bar akan memaksa roda yang tidak naik untuk ikutan naik. Ini akan membuat kendaraan menjadi tidak stabil dan tidak nyaman di jalan lurus.

Untuk mengatasi itu maka mobil Koenigsegg dilengkapi dengan suspensi triplex, yaitu shock breaker yang dipasang menghubungkan suspensi kiri dengan suspensi kanan, sehingga pantulan yang diakibatkan pergerakan anti roll bar karena gerakan roda yang independen akan jadi berkurang.

Ini mengakibatkan kendaraan menjadi lebih stabil dan nyaman, dan memungkinkan pemasangan anti roll bar yang lebih keras pada kendaraan tanpa mengorbankan kenyamanan.

Membantah 10 Mitos Salah Kaprah Tentang Mobil

Penulis tidak setuju dengan artikel “10 Mitos Salah Kaprah Tentang Mobil” yang diposting di kompasiana. Banyak yang dikemukakan disitu penulis anggap menyesatkan. Berikut ulasannya.

1) Mobil harus indreyen. Indreyen dimaksud, yakni proses yang diperlukan mesin agar komponen-komponen di dalamnya bebas dari friksi dan kinerjanya optimal. Karena itu, mobil yang baru dibeli tidak boleh langsung dipakai dengan kecepatan tinggi.

Ini jelas salah kaprah, karena mesin-mesin modern berikut komponennya dibuat dengan presisi tinggi. Bahkan proses optimalisasi kinerja mesin, sudah dilakukan sejak sebelum sebuah mobil masuk ke showroom.

Nyatanya bahwa mobil yang di reyen performanya lebih baik. Pabrikan juga masih menyarankan.
Kontroversi inreyen atau break in, ada cara kasar dan cara halus, mana yang benar?

 

2) Panaskan mesin di pagi hari. Untuk apa? Dulu, mesin perlu dipanaskan dengan alasan agar diperoleh suhu kinerja yang optimal dan agar pelumasan oli merata ke seluruh komponen.

Sekarang ini, konstruksi mesin dirancang dengan alur oli yang lebih banyak sehingga pelumasan langsung merata begitu mesin dihidupkan. Keunggulan ini juga didukung oleh teknologi produk oli. Rangkaian molekul pada senyawa kimia oli tidak mudah terputus sehingga oli akan tetap melekat pada komponen kendati mesin dalam keadaan mati.

Tetap pemakaian pertama jangan kasar, dan nggak semua oli bagus:
Memanasi mesin cara kontroversial dengan langsung jalan atau tidak dibiarkan idle

 

3) Gas kencang-kencang sebelum mesin dimatikan. Tidak jelas tujuannya apa. Yang pasti, perlakuan ini akan membuang bahan bakar dengan sia-sia.

Setuju

 

4) Mobil Jepang lebih mudah diservis. Tentu saja bila ukurannya adalah banyaknya workshop atau bengkel mobil-mobil Jepang. Wajar, karena produsen Jepang memang lebih dulu melebarkan sayapnya di Indonesia.

Tapi bila bicara tentang servis mesin, nyaris tak ada lagi perbedaan teknologi mesin Jepang dengan mesin-mesin yang dipakai produk Eropa, Amerika, Korea bahkan China. Semua mesin modern sekarang ini, kinerjanya diatur oleh sistem komputer.

Mobil yang mudah di servis itu mobil yang bengkel resminya dekat rumah, nggak perduli merek jepang, amerika atau korea. Nggak ada bengkel resmi dekat rumah = susah. Dan sementara ini yang bengkel resminya tersedia banyak adalah untuk mobil jepang.

 

5) Tune-up dan ganti oli sesuai jarak tempuh (km). Ini sebanarnya sekadar patokan untuk memudahkan. Tune-up pada mobil modern, hanyalah menyelaraskan kembali kinerja komponen berdasarkan analisis perangkat yang juga bekerja secara computerized. Bila tidak ada komponen bermasalah, maka tune-up tidak diperlukan.

Akan halnya ganti oli, acuan berdasarkan jarak tempuh menjadi bias. Penyebabnya antara lain kemacetan di suatu lokasi dimana mobil tersebut sering digunakan. Interval penggantian oli, tentu berbeda dengan mobil yang relatif tidak pernah mengalami kemacetan. Demikian pula halnya cuaca, kondisi medan, merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengaturan waktu penggantian oli.

Ganti oli sesuai petunjuk tetap bisa dipakai sebagai acuan minimal. Yang tidak mengikuti biasanya tujuannya untuk mengirit dan tahu caranya menguji oli yang benar.

Yang lebih penting lagi adalah memilih oli yang berkualitas. Karena nggak semua oli itu bagus. Beda oli beda periode penggantian oli.

Tune up juga acuannya adalah performa dan bukan masalah atau tidaknya komponen mesin. Mesin sudah nggak enak maka waktunya tune up. Nggak perduli komputerized atau tidak.

 

6) Mobil murah BBM-nya juga murah. Pemahaman ini bahkan sering dimanfaatkan para sales di showroom untuk merayu calon konsumen. Padahal, mobil yang murah tidak otomatis konsumsi BBM-nya cukup yang murah juga.

Sebagai contoh, Kijang Innova lebih mahal dari Avanza. Tapi untuk konsumsi BBM, Innova mungkin cukup memakai Pertamax, sedangkan Avanza lebih ideal kalau pakai Pertamax Plus.

Hal serupa, juga kita temukan misalnya pada Grand Livina bermesin 1.8 liter dengan 1.5 liter. Bila kinerja mesin Grand Livina 1.8 liter masih memadai dengan konsumsi BBM Premium, maka untuk memperoleh performa serupa, Grand Livina 1.5 liter harus menggunakan Pertamax.

Pemakaian BBM tidak ditentukan oleh harga tapi oleh spesifikasi. Ada mobil mahal yang boleh pakai BBM murah, ada mobil murah yang nggak boleh pakai BBM murah.

Contohnya juga ngawur. Karena semua mobil diatas dianjurkan pakai pertamax. Yang Avanza pakai pertamax juga ideal. Yang Grand Livina 1.8 juga harusnya tidak untuk pakai premium.

 

7) Mesin besar pasti konsumsi BBM-nya boros. Logika biasa membenarkan hal itu. Tapi secara teknis, belum tentu karena ada rumusan power to weight ratio atau rasio antara bobot dengan produksi tenaga yang berlaku pada mobil. Bila bobot mobil terlalu berat sementara tenaga yang dihasilkan mesinnya kecil, maka kekurangan itu mutlak dikompensasi dari konsumsi bahan bakar yang lebih banyak.

Irit tidaknya kendaraan juga tidak tergantung dengan power to weight ratio. Irit lebih tergantung pada bobot kendaran. Kendaraan dengan bobot lebih berat dan roda lebih lebar akan cenderung lebih boros. Seperti contohnya, Agya 1000cc secara power to weight ratio mendekat Avanza 1300cc, tapi Agya lebih irit.

 

8) Mobil matic tidak lincah di tanjakan dan tidak bisa ditarik kalau mogok. Ini tentu masih mengacu pada pengalaman teknologi transmisi matic zaman dahulu. Sementara transmisi matic sekarang ini memiliki keunggulan jauh dan juga bekerja berdasarkan sistem komputer. Karena itu, kebutuhan torsi pada setiap kecepatan dan beban, akan terus mendapatkan penyesuaian.

Sampai sekarang banyak pemakai mobil matik yang mengeluh bilang tidak lincah daripada mobil manual. Penyebabnya karena mereka tidak tahu cara memakai transmisi matik dengan benar.
Pemakai mobil matik masih banyak yang salah paham dengan istilah kickdown yang membuat akselerasi jadi lambat sekali padahal harusnya bisa mendekati akselerasi manual

Untuk ditarik saat mogok, menarik tetap tidak bisa sembarangan dan harus dibatasi kecepatan menariknya.

 

9) Mobil Eropa unggul aspek keamanan dan keselamatannya. Ini pemahaman yang tidak lagi benar. Pasalnya, mobil-mobil modern sekarang dilengkapi fitur keamanan dan keselamatan standar yang nyaris sama. Kalau ada perbedaan, lebih karena alokasi penjualan produk dimaksud pada suatu negara yang belum mementingkan tingkat keselamatan yang tinggi.

Tidak setuju. Mobil Eropa dan Amerika tetap lebih unggul dalam sisi keamanan atau keselamatan karena kalau di mobil jepang fitur keselamatan sering di sunat atau tidak disediakan demi menurunkan harga. Padahal produk yang sama di luar negeri fitur keselamatan sudah sama lengkapnya dengan produk eropa/amerika.

 

10) Mobil kaleng kerupuk, wajar jika harganya murah. Ada istilah kaleng kerupuk, tentu karena kita sering melihat sebuah mobil yang terlibat tabrakan ringsek tidak berbentuk. Kondisi kasat mata itu, meninggalkan kesan bahwa mobil dimaksud tentulah buruk aspek safety-nya.

Aad mobil yang walau murah tapi faktor keselamatan dijaga, ada juga mobil yang lebih mahalan tapi faktor keselamatan lebih rendah. Dalam hal ini untuk kelas yang sama, mobil amerika faktor keselamatannya lebih tinggi dengan harga yang lebih murah, sementara mobil jepang lebih mahal dengan fitur keselamatan dikurangi. Yang dipanggil kaleng kerupuk biasanya mobil jepang.

 

Sekian.

Daripada pasang OCT mengapa tidak sekalian dibuang saja uap olinya?

OCT atau Oil catch tank merupakan modifikasi populer di kalangan pemilik mobil. Dengan pemasangan OCT diharapkan kerak oli di throttle body berkurang karena oli ada yang tertangkap di tabung penampung.

OCT ini dipasang di selang yang menghubungkan antara katup PCV dengan saluran throttle body. Selang ini tujuannya adalah untuk mengalirkan uap oli yang dihasilkan dari PCV menuju mesin untuk mengurangi pencemaran.

Tujuan pemasangan OCT

Dikatakan bahwa dengan memasang OCT akan bisa mengurangi lendir oli yang bikin kerak di throttle body, dan membuat pembakaran mesin lebih sempurna. Berikut salah satu informasinya:
PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS FILTER PADA OIL CATCH TANK UNTUK PERBAIKAN PERFORMANSI MESIN OLD VEHICLE,
Budi Waluyo, Bagiyo Condro P, Hamid Saifudin, Dosen Program Studi Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Mahasiswa Program Studi Mesin Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang

Teknologi positive crankcase valve (PCV) yang diaplikasikan pada kendaraan
mengakibatkan uap oli masuk ruang bakar dan menyebabkan efek penurunan performansi mesin.
Penambahan Oil Catch Tank (OCT) dengan pemilihan filter yang optimum diharapkan mampu
menangkap uap oli masuk kedalam ruang bakar.

Pada kendaraan yang sudah menggunakan teknologi positive crankcase valve (PCV), uap oli dari ruang mesin akan dialirkan menuju intake manifold melalui katup searah untuk dibakar bersama campuran bahan bakar dan udara segar. Permasalahan muncul akibat uap oli yang masuk ke ruang bakar akan mempercepat terjadinya penumpukan kerak karbon dan meningkatnya emisi gas buang. Kerak karbon dalam ruang bakar ini cenderung mengakibatkan fenomena knocking yang berakibat menurunnya performansi mesin.

Penelitian ini menggunakan filter busa urethane dan kombinasi busa-serat stainless dengan dimensi tertentu sebagai variabel yang dibandingkan. Putaran mesin 750, 1500 dan 2000 rpm, juga dipilih untuk mengamati trend perubahan performansi terhadap kondisi putaran mesin. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan filter jenis busa urethane pada OCT menunjukan performansi yang paling optimal pada semua kondisi parameter uji.

busi-hasil-oct

Emisi HC dan CO pada OCT dengan filter busa menurun sebesar 20,5% dan 68,2%, sedangkan pada OCT dengan fiter gabungan busa urethane dan serabut stainless sebesar 16,1 % dan 50,6%.
Penumpukan kerak pada elektroda busi OCT dengan filter busa menunjukan kondisi kerak paling kecil.

Masalahnya

-1. oil catch tank membuat suhu oli yang mengalir melewatinya jadi lebih dingin. Lebih dingin = lebih susah terbakar dan lebih gampang menempel dinding mesin. Bisa jadi oli yang asalnya dalam bentuk uap jadi dipaksa menjadi cair, sehingga justru throttle body jadi lebih kotor karena dari asalnya uap yang bisa lewat menjadi cair yang meleleh ke throttle bodi.

-2. Oil catch tank hanya menangkap sebagian saja. Jadi masih ada yang oli yang masuk ke ruang bakar. Oli yang masuk ke ruang bakar bisa menyebabkan persoalan knocking selain juga jadi sumber kerak di mesin. Berikut kutipan tentang bagaimana Chrysler secara khusus melakukan langkah mencegah oli bocor masuk ke intake melalui PCV untuk mencegag problem knocking. Lihat mulai 14:22.
INSIDE THE SRT HELLCAT ENGINE

Solusinya

-1. Bila uap oli itu jelek untuk throttle body dan mesin, mengapa tidak sekalian dibuang langsung keluar saja seperti jaman dulu? seperti diulas di artikel berikut
Ditch That PCV System Before It Is Too Late

Inside the crankcase lives lots and lots of motor oil. So, all of this blow-by forced into the crankcase gets vented and along with it comes oil. In the early days, they used what was called a draft tube. Basically it was a tube that attached to the motor where this vent was, and it ran down to the bottom of the engine bay under the car. The draft of air under the car while you were driving whisked away the oil from the tube and straight under the car on to the road.

Resiko kalau pakai cara tersebut, selain pencemaran, jalan atau garasi bisa jadi licin karena oli. Namun kalau butuhnya cuma untuk saat balapan, bukannya ini cara yang lebih manjur?

-2. Pilih oli mesin yang tidak bikin kerak. Pilih oli yang bening tidak berwarna dan yang tidak gampang menggumpal. Lebih baik pilih yang gampang menguap dari pada yang gampang menggumpal. Cari oli yang bisa membersihkan kerak atau mengandung cleaning agent, tapi jangan yang berlebihan dan perhatikan juga faktor pelumasan. Karena percuma juga mesin bersih tapi suara kasar.

Review penambah tenaga nitro OBD2 berdasarkan pengakuan yang sudah coba

Artikel ini akan mencoba menjelaskan manfaat dan kerugian bila menambah tenaga dengan alat nitro OBD2. Alat ini diklaim dapat menambah tenaga 35% dan torsi 25%, sesuatu yang sangat luar biasa. Penambahan tenaga sebesar itu sudah mendekati penambahan tenaga bila remap ulang atau pakai modif piggyback ECU yang harganya jutaan.

Bentuk barangnya seperti ini:

Agak aneh karena walau keduanya mengacu pada barang yang sama, namun kemasannya terlihat berbeda. Yang satu terlihat menutupi tulisan torque sedang yang lain tidak. Penulis curiga bahwa salah satunya palsu. Bila asli, mengapa bisa sama persis tulisannya tapi bisa beda cara kemasan?

Nitro OBD2 ini cara pemakaiannya mudah, plug and play. Hanya dengan mencolokkan alat ini ke soket OBD2 di mobil dikatakan tenaga akan bertambah. Dikatakan bahwa alat ini bekerja dengan meremap ECU sehingga performa jadi lebih baik. Dikatakan bahwa setelan akan menyesuaikan setelan dengan kebiasaan pengendara setelah 200km (jauh banget ya).

Alat dijual dengan beberapa warna. Warna kuning untuk menambah tenaga 35% mesin bensin, warna merah untuk menambah tenaga 35% mesin diesel, dan warna hijau untuk menambah irit mesin bensin 15%.

Janji penambahan tenaga ini setara dengan yang ditawarkan racechip, alat seharga 3 sampai 9 jutaan. Racechip juga alat plug and play, namun dipasang pada kabel pengatur turbo atau injeksi.

Ada juga alat yang namanya Racechip Tuning Box atau ProRacing OBD2 yang ternyata cara kerjanya mirip dengan Nitro OBD2 namun dengan setelan yang bisa diatur sendiri

Sementara itu yang cara kerjanya mirip Racechip adalah ProRacing ChipBox.

Buatan lokal yang mirip adalah Equteche, namun sayang hanya tersedia untuk motor saja, buatan Gisik Untung (G6):
gisikuntung equteche

 

Bagaimana sharingan dari yang sudah pakai?

Avanza Xenia – Forum Pemilik / Pengguna Avanza & Xenia > Serba-Serbi Avanza / Xenia > Modifikasi, Tips & Trik > Mesin > otak atik gatuk OBD2

eyb – Nguprek mobil, pilihannya kenceng atao irit,, dulu pertama kali nge tweak sensor udara dibikin dingin terus pembacaannya oleh ECU, tarikan berubah drastis, enteng pisan walo cuma di short pake resistor, soale pada waktu it kalo beli chip tuning harganya masih mahal pisan, kemudian merubah tegangan pada sensor MAP dan sensor O2 dengan bantuan ic 7805 series dan potensio meter, cara ini lebih custom mode karena kita bisa atur mo mode ekonomi irit bbm atau mode sport yang boros bbm. tools branded yang mainin sensor ini biasanya pake apexi dengan indikator AFR, sampe apexi neo yang lebih cantik displaynya,,, pemasangannya perlu keahlian khusus yakni pengetahuan engine managemen. ujung2nya biaya cukup besar yang harus dinvestasikan.

eyb – Untuk mobil low mpv sekelas ax,, ternyata chip tuning box kuning ini cukup berpengaruh, torsibawah meningkat terbukti dengan manuver yang lebih lincah, karena pedal gas diinjek dikit udah ngacir, walo awalnya sempat ragu, kompatibilitas OBD2 AX jadul ini terhadap produk baru tersebut. klo si kuning secara butt o meter,, lebih fun to drive, bejek2 sana bejek sini sangat lincah…

Hendra_Hartono – mantep nh. Saya pakai yang kuning. Ada perubahan power & torsi tapi ga boros bahan bakar

eyb – Pake Kuning aja…. lebih gak ndut2tan dan lebih enak bawa mobilnya,, beban AC tidak terasa drop pada mesin. yang Ijo lebih irit dari standar,, biasa full ke full abis 250 rb,, sekarang cuma 230 rb. secara all,, lebih prefer yag kuning. test pake AVS 2010 M/t/. nah itu review si IJO masih on proses di sibob avs 1.5 triptonik ,, baru jalan 90 km,,,, soale full to full… target pertalite 250rb abis 2minggu, karena saat ini cuma seminggu dah minta ngisi,,, kondisi mesin belum service, belum karbon clean, dan nglitik kenceng kalo pake premium.

aldinof – kebetulan hari minggu jalan ke samarinda yg jarak tempuh sekita 80-an km dengan rute banyak tanjakan….. perasaan setelah pasang nih alat, tanjakan yg biasanya di gigi 3 bisa naik setengah jalan di gigi 5 selanjutnya gigi 4 (maklum ga bisa mantau karena kondisi jalan yg berlubang2)….jumlah muatan selalu 4 orang ( 2 dewasa, 1 anak 13 thn n 1 anak umur 3thn)… untuk selap-selip dengan mobil lain. skala kepuasan saya pribadi 8.5 lah……..ternyata pemakaian nitro OBD2 ga terlalu ngefek ke konsumsi BBM….. btw itu kombinasi Nitro + Filter udara Apex……

aldinof – ternyata OBD2 Nitro, cocok untuk dipakai di Pick Up Gran Max 1.5 tahun 2016…. awalnya driver tidak saya beritahukan kalau saya pasang Nitro OBD2 di mobil. Besoknya saya tanya apakah ada perubahan tenaga/power dari mobil tsb, ternyata cukup berpengaruh, di tanjakan yg biasanya pakai gigi 3 sekarang pakai gigi 4 atau 5 bisa naik (kondisi kosong)….. sellernya sendiri tidak yakin kalau nih alat cocok utk di unit tsb. semoga bisa menjadi referensi kalau ada rekan2 yg kebetulan mau pasang Nitro OBD2 di Gran Max Pick up…..

Dari komentar terlihat bahwa pemakai merasa puas karena bisa merasakan penambahan tenaga. Ada indikasikan penambahan tenaga yaitu di gas sedikit sudah ngacir dan AC jadi tidak membebani. Hasil ini mirip dengan hasil penulis saat memakai cemenite dan pro capacitor, namun dengan perbedaan bahwa penambahan tenaga dengan Nitro OBD tidak disertai pengiritan bensin. Dikatakan bila ingin irit pakai unit yang warna hijau. Ini berarti bahwa Nitro OBD2 tersebut tidak meningkatkan efisiensi mesin namun merubah setelan sehingga menjadi lebih boros dan bertenaga, atau sebaliknya menjadi lebih irit dan lebih lemah.

Ada juga yang sharing merasakan tenaga di rpm tinggi berkurang. dari hasil dyno juga tidak terlihat penambahan tenaganya, berikut informasinya:
Tes Piggyback Instan Nitro OBD 2 Ngedrop Mulai 5.000 Rpm Ke Atas

Jakarta – Piggyback Instan Nitro OBD 2, perangkat plug and play untuk upgrade performa sedang banyak dibicarakan di dunia maya. Perangkat yang dibanderol oleh reseller dengan harga Rp 150 ribu (bensin) itu, bisa dipakai pada berbagai macam kendaraan. Tentu ini membuat OTOMOTIF penasaran dan ingin membuktikan keampuhannya. Dari kemasannya, tertulis klaim bisa meningkatkan power sampai 35% dan torsi 25%.

Setelah beli, pemasangannya memang mudah, tinggal colok pada soket OBD2. Pada unit Toyota Avanza bertransmisi A/T keluaran 2012 yang hendak dipasang perangkat tersebut, soket OBD2 adanya di bawah kemudi sebelah kiri. Penasaran dengan hasil akhirnya, dipakai perangkat Dynopack milik workshop Garden Speed sebagai alat ukur. Perangkat made in New Zealand itu, langsung dihubungkan dengan as roda, dan keluarannya adalah data tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin. Bagaimana hasilnya? • (otomotifnet.com)

4. Kali pertama yang dirasakan, ada perubahan terutama pada putaran mesin bawah. Terasa lebih responsif alias pedal gas colek sedikit, terasa langsung greng
5. Namun setelah baca data dari Dynopack, terlihat kurang signifikan. Memang terlihat putaran mesin bawah (2.500-3.000 rpm) Avanza lebih responsif saat memakai Nitro OBD2 (garis tipis). Tapi di putaran mesin atas (5.000 rpm), malah nampak adanya penurunan performa mesin

Terlihat pada hasil dyno bahwa peningkatan tenaga tidak terlihat / tidak signifikan. Bila benar begitu, mengapa banyak yang merasakan penambahan tenaga yang signifikan? mungkin yang berikut ini bisa memberikan penjelasan:
Nissan Juke Engine Discussion – Obd2 tuning box

Bargeld
Typically, those just change the gas pedal response… so 50% pedal position with the plugin is the same as 100% without it. Or 25% pedal position = old 50%, etc. They can also try to fool the ECU into thinking the MAF air temp is colder than it actually is, so it squirts more fuel. The Juke already runs rich, so this would be a bad thing and probably decrease mpg.

Dikatakan bahwa alat Nitro OBD2 membuat pedal gas seakan ditekan lebih dalam dari yang seharusnya. Sehingga pedal gas ditekan sedikit sudah hampir sama dengan ditekan banyak. selain itu juga memaksa ECU untuk mengira bahwa setelan udara terlalu miskin sehingga bensin ditambah.

 

Kesimpulannya, dengan harga yang cuma 150 ribuan, Nitro OBD2 cukup bisa memberikan sensasi penambahan tenaga kepada pemakainya. Efek yang terbesar bisa dirasakan karena sensor pedal gasnya dimainkan. Penambahan tenaga terkesan tidak sebesar yang dijanjikan.

Dengan penambahan sebesar 35% seharusnya akselerasi bisa jauh lebih cepat dari kendaraan sekelas, namun nyatanya efeknya cuma membuat AC tidak membebani dan bisa menanjak dengan rpm lebih rendah. Walau begitu, menurut penulis hasil seperti itu pantas karena dengan kisaran harga yang hampir sama seperti itulah yang bisa dicapai bila menggunakan modif pro capacitor. Bedanya bila dengan pro capacitor penambahan tenaga semacam itu dibarengi dengan pengiritan, sementara dengan Nitro OBD2 ditawarkan terpisah, warna kuning untuk power dan warna hijau untuk irit.

Hasil dyno yang tidak signifikan mengindikasikan bahwa Nitro OBD2 tidak bisa diandalkan untuk membuat kendaraan lebih kencang (misalkan untuk keperluan drag race). Kurang reliable entah karena banyak dipalsu atau karena unit tidak bekerja dengan benar bila pedal gas ditekan penuh saat dyno. Alat plug and play lain seperti merek proracing atau racechip lebih cocok untuk keperluan tersebut. Namun bila butuhnya hanya sensasi kencang dan stop and go, sepertinya Nitro OBD2 pantas menjadi pertimbangan. Hanya saja jangan berharap tenaga bisa nambah 35% seperti yang diiklankan.

Bila berminat mencoba sebaiknya tanya dari yang sudah sukses. Ditanyakan mereka beli di mana / vendor mana, untuk menghindari membeli unit yang palsu.

Yang penulis penasaran, bila alat ini dapat mengubah setelan ECU hanya dari soket OBD2, mengapa tidak ada program android atau ipad yang bisa melakukan hal yang sama ya? Padahal sekarang ini banyak juga alat interface OBD2 yang bisa dipakai untuk membaca dan mengeset setelan ECU.

Membersihkan wiper tidak boleh sembarangan karena bisa merusak lapisan

Ternyata wiper itu tidak boleh sembarangan membersihkannya. Berikut adalah anjuran perawatan wiper:

Tips Simpel Merawat Wiper Agar Lebih Awet

1. Jangan mengelap atau membersihkan Karet Wiper pada bagian samping. Karena pada bagian samping Karet Wiper terdapat lapisan kimia (Graphite) yang berfungsi untuk menjaga elastisitas Karet Wiper. Bersihkan saja pada bagian ujung karet wiper menggunakan kanebo.

2. Berikan pelumas pada bagian Wiper Link khusunya pada bagian Bush Wiper. Bisa menggunakan oli bekas, tapi akan lebih bagus menggunakan cairan khusus seperti erosol lubricant. Supaya pergerakan Wiper lebih lancar.

3. Jangan menggunakan Air Wiper yang banyak di jual di toko-toko, karena pada cairan tersebeut disinyalir mengandung zat asam yang dapat mengendap pada tempat penampung Air Wiper. Sebagai penggantinya, anda dapat menggunakan air biasa yang dicampur dengan shampo. Selain lebih murah shampo juga cukup bagus sebagai pengganti cairan Wiper.

Semoga bermanfaat

Salam
BARDAHL
A Word Without Friction

Wiper sekarang ini banyak yang mempunyai lapisan graphite. Graphite ini gunanya agar wiper tidak lengket kekaca dan bisa bersih airnya.

Kata iklan lapisan graphite membuat licin:
Wiper Denso NWB ( pabrik wiper OEM mobil Jepang ) 15″ graphite coated

Karetnya di lapis Graphite ( carbon microparticle ) agar licin di kaca dan tidak merusak kaca.

Bila lapisan tersebut hilang, maka karet jadi lengket ke kaca dan membuat gerakan wiper terhambat atau loncat loncat dan bunyi drrrt drrrt.

Bila sudah terlanjur hilang, beberapa memberikan solusi menggunakan pelapis kaca / water repellant. Namun sayangnya pelapis kaca akan hilang setelah satu kali hujan bila wiper menyala. Memang tujuan pakai pelapis kaca adalah agar pandangan tetap tidak terhalang walau tanpa pakai wiper. Masalahnya kadang di kecepatan tertentu butir air berhenti di tengah tengah karena daya angin dan gravitasi seimbang. Kaca pakai pelapis baru jelas bila jalan cepat atau pelan.

Penulis sendiri menggunakan solusi memberi guratan sangat tipis pada sisi wiper. Guratan ini bukan di silet tapi seperti menggambar pada sisi wiper.

Chevrolet menghentikan penjualan di Eropa?

Sebelumnya penulis membahas tentang Ford yang berhenti berjualan di Indonesia
Ford berhenti berjualan di Indonesia! berikut pengumuman dan alasan penutupan

Ternyata penulis baru tahu bahwa pabrik amerika lain Chevrolet juga menghentikan penjualan di Eropa, berikut pengumumannya:
Important customer information – New Chevrolet Car Sales Have Ceased

New car sales to cease 31 December 2015
Chevrolet is ceasing its new car business in Europe. Chevrolet UK Limited is expecting to cease the sale of new Chevrolet vehicles on 31 December 2015.
As a Chevrolet customer you may rest assured that Chevrolet UK Limited and the Chevrolet brand is committed to serving you and your vehicle in the future. Chevrolet remaining dealers (until 31st December 2015) and Chevrolet authorised repairers will continue to provide service and supply Chevrolet original parts for Chevrolet vehicles in the same manner as today. Any express written warranty or service plans on Chevrolet vehicles remain unchanged and will be fully honoured in accordance with the terms of the applicable agreement.
About 2,000 Chevrolet service points will continue to operate in Western and Central Europe to provide you with the service, repair and warranty work that your car might need in the future. In UK there are 90 dealers and authorised repairers available to serve you. You can find their addresses here.
Should you need additional support, please call our customer hotline: 0800 06 06 06.

Entah apakah Chevrolet akan menghentikan penjualan di Indonesia atau tidak. Ini jadi bikin khawatir bila mau beli Chevrolet. Mobil Spin nya menjadi pilihan MPV menarik. Dengan harga yang lebih murah dari MPV jepang fasilitasnya ok.

Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

Banyak yang berpikir bahwa kalau mau kencang maka pakai busi dingin lebih baik. Berikut ini beberapa informasi dari pembuat busi NGK yang tidak membenarkan cara tersebut.

Oleh NGK, problem busi secara umum dibagi menjadi dua. Yaitu pre-ignition atau overheating lalu kemudian fouling atau gagal menyala.
Tech Support – Spark Plugs Overview – NGK Spark Plugs Heat Rating

The heat range must be carefully selected for proper spark plug thermal performance. If the heat range is not optimal, then serious trouble can be the result. The optimal firing end temperature is approximately between 500°C (932°F) and 800°C (1472°F). The two most common causes of spark plug problems are carbon fouling (under 450°C) and overheating (over 800°C).

Atau bisa juga melihat diagram berikut ini:
pengaruh Busi dingin

Diperlihatkan diagram hubungan antara suhu ujung busi dengan kecepatan kendaraan. Problem fouling atau gagal menyala terjadi pada pemakaian kendaraan di kecepatan rendah, misalkan saat jalan pelan atau kondisi jalan macet. Problem overheating terjadi terutama pada saat kecepatan tinggi saat kendaraan digeber kencang.

Banyak orang kemudian berpendapat bahwa kalau mau kencang maka busi perlu pakai yang dingin. Belum tentu. Karena perlu diingat busi sudah dipilih sesuai dengan kondisi atau setelan mesin kendaraan. Selama kondisi atau setelan mesin tidak berubah, maka seharusnya tidak perlu ganti tipe busi. Karena bila salah, malah nanti mesin justru jadi jalan tidak lancar bila pelan atau macet, padahal mesin juga bisa jalan normal dan tidak mengalami overheat ataupun pre-ignition bila busi tidak diganti. Misalkan kencang butuhnya cuma beberapa menit sementara macetnya ber jam jam maka pakai busi dingin bisa jadi malah menyiksa mesin.

 

Hot and cold sparkplug atau busi tipe panas atau dingin dikategorikan berdasarkan kemampuan busi memindahkan panas dari ruang pembakaran menuju mesin. Busi dingin bisa lebih lancar mengalirkan panas sehingga membuat mesin lebih dingin. Sementara busi panas bisa mengurangi bocornya panas sehingga mesin bisa tetap panas.
beda ukuran insulator busi panas dan busi dingin

Jadi bila mesin terlalu panas maka perlu pakai busi dingin agar panasnya berkurang, sementara mesin yang tidak bisa panas perlu pakai busi panas agar panas tidak bocor. Tujuannya untuk menjaga agar suhu ujung busi tetap berada di suhu yang optimal sehingga tidak overheat ataupun fouling.

Ciri fouling atau overheat bisa dilihat pada busi seperti diperlihatkan di diagram diatas. Untuk testing overheat, mesin dimatikan segera setelah digeber kencang beberapa menit lalu dilepas businya. Untuk testing fouling mesin dimatikan segera setelah mesin dibiarkan idle beberapa menit lalu dilepas businya.

 

Mesin yang hanya cuma dirubah knalpotnya atau filter udaranya saja belum tentu membutuhkan busi yang dingin. NGK mencontohkan dalam kasus apa saja busi perlu diganti tipenya.
– bila mesin sering dijalankan di rpm tinggi, atau dengan beban berat dengan suhu tinggi berlama lama maka perlu dipertimbangkan busi dingin.
– bila mesin sering dipakai pelan atau temperaturnya sering dingin maka perlu dipertimbangkan busi panas
– campuran bensin-udara yang terlalu kaya bisa menyebabkan fouling
– campuran bensin-udara yang terlalu miskin bisa menyebabkan meningkatnya suhu silinder dan suhu busi yang akan meningkatkan resiko pre-ignition atau knocking yang bisa menimbulkan kerusakan parah pada mesin
– jika tidak ada alat untuk mengecek air to fuel ratio maka busi perlu sering sering di cek saat tuning untuk menentukan campuran bensin-udara
– bensin kualitas jelek atau oktannya kurang bisa meningkatkan suhu silinder dan meningkatkan resiko pre-ignition atau knocking
– pemakaian bensin kualitas tinggi atau oktan tinggi mungkin membutuhkan busi dingin. pengapian bisa dimajukan karena resiko knocking berkurang.
– beberapa tipe aditif di bensin kualitas jelek bisa menyebabkan kerak di busi dan menimbulkan masalah pre-ignition atau fouling
– memajukan waktu pengapian 10 derajat dapat meningkatkan suhu busi 70 sampai 100 derajat celcius
– busi lebih dingin bisa dibutuhkan bila pengapian dimajukan mendekati knock level
– peningkatan serius dari kompresi baik statik ataupun dinamik meninggikan tekanan silinder dan kebutuhan oktan bensin. Bila mesin beroperasi pada suhu mendekati knock level maka busi dingin dibutuhkan
– busi dingin bisa dibutuhkan sesuai dengan tekanan manifold forced induction seperti turbo atau supercharger, setara dengan suhu dan tekanan silinder.
– saat suhu atau kelembaban udara turun membutuhkan campuran bensin-udara yang lebih kaya. bila campuran tidak disesuaikan akan muncul resiko peningkatan suhu silinder atau busi yang bisa menyebabkan pre-ignition atau knocking.
– saat suhu atau kelembaban udara meningkat membutuhkan campuran bensin-udara yang lebih miskin. bila tidak disesuaikan akan bisa menyebabkan fouling.
– tekanan udara dan tekanan di silinder akan berkurang bila ketinggian lokasi makin tinggi. sebagai akibatnya suhu dari busi akan turun.
– fouling akan lebih mudah terjadi bila campuran bensin-udara tidak disesuaikan dengan ketinggian. Lokasi yang tinggi punya lebih sedikit udara dan membutuhkan lebih sedikit campuran bensin.

Penyebab – penyebab fouling disebutkan sebagai berikut:
– jalan pelan terus menerus atau jarak tempuh yang pendek atau cuma dipakai untuk dekat
– busi terlalu dingin
– campuran bensin-udara terlalu kaya
– berkurangnya kompresi atau oli karena piston ring atau silinder aus
– waktu pengapian yang terlalu mundur
– turunnya performa sistem pengapian

Penyebab – penyebab pre-ignition disebutkan sebagai berikut:
– busi terlalu panas
– busi kurang rapat atau tidak pakai gasket
– waktu pengapian terlalu maju
– oktan bensin terlalu rendah
– campuran bensin-udara terlalu berlebihan iritnya
– kerak di ruang silinder / busi yang berlebihan
– mengendarai dengan beban terlalu berat secara terus – menerus
– pendinginan atau lubrikasi mesin yang kurang